You Are not AloneBeat a Share Street HR 

You Are Not Alone..

(beatabit – You Are Not Alone) Sebaris kalimat itu menggugah pemikiran saya hari ini. Sebagai mahluk sosial sebenarnya tidak ada satu pun manusia yang ingin sendirian menjalani segala sesuatu.  Coba deh kita cermati realitas tersebut di dalam kehidupan nyata sehari hari.  Bahkan untuk sekedar nonton film di bioskop, ketawa ketiwi saat hangout di tempat nongkrong, ataupun menjerit jerit penuh keseruan saat duduk di kursi roller coaster tempat hiburan. Rasanya ada sesuatu yang kurang kalau kita hanya sendirian menikmati segala sesuatu yang kehidupan tawarkan pada kita. Paling tidak saat ada seseorang bersama dengan kita menjalani momen momen di dalam hidup, kita merasa nyaman.

Kenyamanan saat ada seseorang bersama dengan kita  mencakup ke segala aspek di dalam kehidupan, bahkan termasuk dalam kehidupan professional pekerjaan. Apa iya sih?

Bayangkan saja deh kalau kita bekerja hanya sendirian dan harus mengurus segala hal seorang diri. Tidak ada tempat bertanya, tidak ada tempat sharing, tidak ada rekan diskusi atau bahkan tidak ada tempat berbagi perasaan dengan joke joke sederhana sekedar untuk membuat perasaan kita lebih baik saat kita stress karena himpitan beban perkerjaan. Saya pikir bekerja dalam keadaan seperti itu pasti sangat tidak menyenangkan yah.

Tetapi yang menguntungkan dari kebutuhan kita akan keberadaan orang lain adalah kita semestinya bisa menjadi lebih siap untuk bekerja di dalam satu tim, karena tentunya di dalam suatu tim terdiri dari sekumpulan orang dengan berbagai fungsi. Itu idealnya. Tetapi pada kenyataannya, menyatukan sekumpulan manusia dengan berbagai karakter dan pemikiran bukan lagi perkara sederhana. Berawal dari kebutuhan dasar kita untuk berbagi dengan seseorang, lama lama bisa jadi bergeser pada serangkaian ketidakcocokan dan gesekan gesekan kecil.

Tapi apapun itu kita tidak pernah bisa sendiri. Di dalam satu tim, apapun peran yang kita jalani kontribusi kita adalah penting bagi satu sama lain. Tidak ada satu bagianpun dari team memiliki fungsi yang lebih tinggi maupun lebih rendah. Layaknya Tuhan menciptakan anggota tubuh, masing masing memiliki fungsinya dan akan menjadi timpang jika salah satu tidak ada.

Saya bermimpi bisa ada di dalam tim yang ideal seperti itu. Bagaimana jika belum ? Maka usahakan. Saya tentunya butuh bantuan dari tangan, kaki, mata, dan bagian bagian lain di dalam anggota tubuh team saya.

Saat saya berpikir bagaimana caranya? Saya sadar, tentunya bagian lain harus satu kesadaran dengan saya bahwa kita semua di dalam satu perahu yang sama. Bagian tubuh yang lain harus mengerti apa fungsinya di dalam tubuh dan apa fungsi dari bagian tubuh yang lain serta bagaimana kita satu sama lain saling menopang. Analoginya tubuh, tetapi mudah mudahan tidak membingungkan.

Mungkin contohnya semacam ini : saat team sales memahami betul apa fungsinya, apa kontribusinya dan bagaimana perannya di dalam organisasi maka dia sudah paham bagaimana dia bisa bekerja dengan baik demi kemajuan organisasi. Di lain sisi, saat team sales memahami betul apa fungsi dari team admin serta departemen lain, apa kontribusinya dan bagaimana perannya di dalam organisasi maka dia sudah paham bagaimana dia bisa bekerja dengan lebih baik lagi di dalam organisasi. Karena dia menyadari bahwa keberhasilannya bisa menjadi jauh lebih baik karena adanya support dari departemen lain. Kita satu sama lain saling mendukung demi kemajuan organisasi.

you are not alone

Primary key nya sepertinya adalah empati.

Saat kita empati dengan seseorang tentunya kita akan mencoba memahami dia lebih dan lebih lagi. Saat kita empati dengan seseorang kita akan mencoba melakukan hal hal yang membuat dia nyaman. Saat kita empati dengan seseorang kita akan membantu meringankan bebannya semampu kita. Bayangkan bila rasa empati itu kita miliki satu sama lain. Gesekan akan mudah diatasi, kesulitan akan dipikul bersama sama dan tujuan akan digapai bebarengan sepenuh hati. Indah ya? Tentunya.

Saya belajar sedikit demi sedikit berempati dengan rekan rekan saya yang lain. Walaupun tidak paham dunia sales, saya belajar sedikit sedikit supaya saya tahu bagaimana sih perasaan teman teman sales saat menjalani dunianya. Saya berusaha hadir di momen momen tertentu sekedar untuk memberi rasa nyaman bahwa ada sejawatnya yang mau ikut berpanas panas bersama demi melakukan tugas tanggung jawab. Jadi pada saat mereka sharing mengenai dunianya, saya bisa berbicara lebih dari sekedar teoritis.

Saya belajar juga berempati dengan rekan rekan admin. Saya hadir disana saat mereka berkeluh betapa susahnya seringkali berkomunikasi dengan rekan sales dan bagaimana pergulatan mereka untuk professional bekerja saat tugas mereka sebagai ibu dan istri (karena mereka sebagian adalah wanita berkeluarga) menguji profesionalisme tersebut.

Saya belajar berempati dengan rekan rekan OB. Disaat ada yang bisa saya lakukan sendiri maka saya akan lakukan tanpa harus selalu mereka membantu saya. Kalau ada yang bisa dilakukan bersama sama maka kami lakukan bersama sama.

Saya sadar bahwa kesadaran kesadaran seperti itu yang akan membuat ikatan kami sebagai satu tim menjadi lebih kuat. Saya ingin setiap pribadi di dalam tim kami merasa dia memiliki seseorang untuk mendukung dia serta setiap langkahnya dalam bekerja menggapai yang terbaik bagi organisasi. Karena hal tersebut adalah kebutuhan dasar saya, dia, kita, dan saya yakin setiap manusia. Karena pada akhirnya kembali lagi manusia adalah mahluk social.

Sudahkan saya memperoleh tim yang saya impikan? Masih belum. Tapi saya percaya tim saya sudah ada di jalan yang benar menuju ke sana. Tetap semangat untuk tim kesayanganku. You are not alone.. We are never alone.. because we are one..

Penulis : Deshinta Hertiana
HR Manager PT Kurnia Mulya Putra Cirebon

Baca juga…

(beatabit/Street HR/You Never Walk Alone)

Share This:

Related posts

Tinggalkan Balasan