SkytrainBeat a Share 

Skytrain, Proyek Inovasi Baru Khusus Bandara

Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, akan dilengkapi dengan Automated People Mover System (APMS). Trainset ini merupakan moda transportasi antar terminal berbasis kereta tanpa pengemudi (driverless) atau disebut dengan Skytrain. Dilansir dari airport.id (25 Februari 2017) untuk membangunnya, PT Angkasa Pura II (Persero) pun menggelontorkan dana hingga Rp 950 miliar. Dana ini berasal dari investasi pengadaan trainset dan investasi pembangunan infrastruktur. PT Angkasa Pura (AP) II ini menargetkan pembangunan fase pertama selesai pada bulan Juni 2017 mendatang.

Dari siaran pers yang dirilis AP II, Kamis (9 Februari 2017), AP II mengungkapkan bahwa pengadaan trainset Skytrain beserta teknologi didalamnya disiapkan PT LEN Industri (Persero) dan Woojin asal Korea Selatan dengan nilai investasi sebesar Rp 530 miliar. Trainset ini dilengkapi sistem automated guideway transit (AGT) dengan ban karet yang dilengkapi pengarah dan berpenggerak sendiri atau self-propelled. Kecepatan operasi Skytrain ini dapat mencapai 60 km per jam.

Progres pengerjaan pembangunan Fase pertama atau lintasan kereta skytrain yang menghubungkan antara terminal 2 dan terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta itu telah mencapai 60%.

Dari pembangunan tersebut, tampak pilar atau tiang penyangga untuk rangkaian jalur elevated sudah kokoh berdiri. Walau belum sepenuhnya, namun beberapa jalan yang akan menjadi track kereta pun juga tampak sudah terpasang dan terhubung.

Untuk pembangunan infrastruktur seperti jalur dan terminal Skytrain, AP II berinvestasi sebesar Rp 420 miliar. Bentuk pembangunannya dilakukan secara KSO antara PT Wijaya Karya Tbk. dan PT Indulexco. “PT Angkasa Pura II (Persero) bangga dapat bersinergi dengan BUMN lainnya yakni PT LEN Industri (Persero) dan PT Wijaya Karya Tbk. dalam menghadirkan Skytrain ini, membawa Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke level yang lebih tinggi. Eksistensinya sekaligus menjadikan sektor kebandar udaraan nasional berada di era baru,” jelas Muhammad Awaluddin, President Director PT Angkasa Pura II (Persero).

Keberadaan kereta ini akan melengkapi fasilitas terkait moda transportasi lainnya seperti kereta bandara yang menghubungkan secara langsung Jakarta dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Saat ini moda tersebut masih dalam tahap pembangunan dan diharapkan pada pertengahan tahun sudah dapat dioperasikan.

Melalui Skytrain dan kereta bandara diharapkan volume kendaraan bermotor di akses bandara maupun di kawasan bandara akan berkurang sehingga arus lalu lintas dapat lebih lancar. AP II menargetkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat meraih sertifikat Bintang 5 Skytrax yang salah satunya didukung dengan pengoperasian Skytrain dan kereta bandara.

Menurut Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin, dilansir dari detik.com (25 Februari 2017) tujuan dibangun skytrain ini ialah untuk mempermudah penumpang berpindah antar terminal, serta untuk menghubungkan setiap terminal ke stasiun kereta bandara. Selain itu penumpang juga dapat mempunyai kepastian waktu dalam menempuh jarak antar terminal.

Pengunjung Bandara Soekarno-Hatta juga dapat dengan mudah mengetahui jadwal dari skytrain, yakni menggunakan aplikasi Indonesia Airport yang dapat di akses melalui smartphone. Yang terpenting, penumpang pun dapat dengan gratis menggunakan moda transportasi antar terminal ini dengan cuma-cuma.

Sumber: airport.id & detik.com

(beatshare/skytrain/Prita)

Share This:

Related posts

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: