Pendidikan Kesejahteraan KeluargaBeat a Share 

Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Orang Tua-able di UPI

Banyak mahasiswa di Indonesia yang mengaku salah pilih jurusan atau program studi di perguruan tinggi. Hal tersebut diawali dengan berbagai macam alasan. Ada yang saat menduduki bangku sekolah merasa ingin mencari aman agar dapat berkuliah, ada yang bingung dengan ragam jurusan di Indonesia bahkan ada pula yang “asal masuk kuliah dulu”. Pada akhirnya, saat duduk di bangku kuliah mereka mengaku “kejeblos” di jurusan yang ditekuni saat itu.

Namun, tampaknya kalian harus bersyukur karena bisa jadi dengan jurusan tersebut akan dapat mendatangkan sebuah hikmah dan lebih nikmat daripada jika mengambil jurusan yang lainnya. Atau bahkan saat kalian mempelajari ilmu yang ditekuni tersebut ternyata lebih menarik dan unik dari perkiraan. Hal itu malah akan membuatmu lebih nyaman dengan dunia baru tersebut sehingga memantapkan cita-cita kamu yang lebih mantap.

Maka dari itu, kali ini kami akan membahas salah satu jurusan atau program studi di salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia, tepatnya di Bandung. Siapa yang bisa tebak kira-kira jurusan apa sih yang unik di Kota Kembang ini?

Yup! Langsung aja kita kasih tahu, salah satu jurusan unik tersebut adalah PKK! Apaan tuh PKK? Nah, PKK itu adalah singkatan dari Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, salah satu jurusan dari Fakultas Pendidikan Teknik dan Kejuruan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Tepatnya , perguruan tinggi tersebut terletak di Jalan Setiabudi Nomor 229 Bandung.

Terus apa sih yang menjadi keunikan dari jurusan ini? Kalau kalian denger nama jurusannya beberapa kali, sebenarnya itu sudah unik, lho! Mungkin di benak kalian terlintas kalimat bahwa keluarga dijadiin jurusan di perguruan tinggi? Ngapain aja tuh? Aneh banget ya?

Nah, ini dia, ada salah satu mahasiswa yang dulunya gak nyaman di jurusan ini tapi ternyata bangga juga lho bisa masuk jurusan PKK!

Argia Fadhillah, mahasiswi jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga angkatan 2015 ini mengaku pada awalnya masuk jurusan  atau program studi PKK ini tidak tahu ke depannya seperti apa dan akan menjadi apa. Hal itu belum terpikirkan oleh Argia di awal-awal semester. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu ternyata ilmu yang dipelajarinya pun ia akui sangat mengagumkan karena belajar tentang bagaimana menjadi orang tua yang able. Ilmu yang dipelajari dapat diterapkan untuk masa yang akan datang, bahkan dalam waktu dekat pun masih bisa diterapkan seperti membangun kebiasaan yang baik dari diri sendiri. Lalu, uniknya lagi yaitu lebih banyak belajar tentang kehidupan manusia. “Tentunya semua orang ingin punya keluarga yang sejahtera bukan? Nah, kita juga belajar bagaimana caranya membangun keluarga tersebut, kita belajar pola asuh anak. Karena keluarga itu sangat penting perannya, maka keluarga bisa mencetak  anak-anak yang menjadi aset bangsa. Tidak jarang juga dari keluarga ada yang mencetak anak-anak lemah karakter,” katanya menjelaskan.

Lebih lanjut, pada program studi ini pun belajar tentang konsep keluarga,, tata graha, craftmanshif dan pekerja sosial. Adapun prospek kerja dari program studi ini yaitu menjadi calon guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tak hanya menajdi guru yang memang khas lulusan dari UPI. PKK ini juga bisa menjadi seorang pengusaha, konsultan keluarga, pekerja sosial, pemimpin housekeeping dan lain sebagainya.

Sampai saat ini Argia yang sudah memasuki tahun kedua kuliahnya, ia mengaku tidak menyesal dan bersyukur dengan masuknya jurusan PKK. Akhirnya ia pun nyaman dengan jurusannya sendiri ditambah mata kuliah yang keren-keren.

So, buat kamu yang merasa salah masuk jurusan, coba pikirkan dan renungkan kembali. Mungkin kamu terlalu menutupi diri dengan jurusan kamu sekarang karena masih belum menerima sehingga tidak mendapatkan keunikan dari jurusan kamu itu, lho!

(beatashare/Pendidikan Kesejahteraan Keluarga/Prita)

Share This:

Related posts

Tinggalkan Balasan