matoa jam tangan kayuIndustri Kreatif 

Kayu Indonesia Disulap Jadi Barang Mahal dan Unik Oleh Matoa

Bandung memang tak diragukan lagi dengan reputasinya sebagai Kota Kreatif. Tentu dengan sebutan tersebut, di dalamnya terdapat orang atau sekelompok orang yang kreatif sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang kreatif pula. Seperti yang dilakukan oleh pengusaha kreatif ini, Lucky Danna Aria, founder sekaligus CEO dari jam tangan kayu Matoa.

Berawal dari rasa kagumnya terhadap setiap detil jam tangan kayu asal Yogyakarta bermerek Amerika, ia membeli barang tersebut dengan harga hampir 2 juta rupiah. Sampai-sampai ia berpikir bahwa “mengapa tidak bikin saja di Indonesia dengan merek Indonesia pastinya”. Seperti itulah kira-kira yang ada di dalam benaknya saat hingga bisa mencapai omzet tinggi seperti sekarang ini.

Setelah berkunjung dari Amerika, ia tak langsung semerta-merta mulai terjun ke usaha di Indonesia seperti yang ia pikirkan. Melainkan mematangkan segala perencaan bisnis dengan melakukan riset produk terlebih dahulu. Setelah yakin mampu untuk memulai dengan segala persiapan, Lucky memutuskan untuk mulai memproduksi jam tangan kayunya dengan menggunakan merek dagang “Matoa” sebagai perkenalan produk pertama.

matoa jam tangan kayu

Dengan respon yang sangat baik dari masyarakat umum mulai dari dalam negeri sampai ke luar negeri, Lucky dapat mensukseskan bisnisnya ini sehingga ia mendapatkan keuntungan sebanyak Rp 267.000.000,00 setiap bulannya dengan jumlah produksi sebanyak 750 pieces per bulan dibantu 25 orang staf dan pengrajin.

Jam tangan kayu yang dibanderol seharga Rp 890.000,00 hingga Rp 980.000,00 per piece ini memfokuskan segmen pasar dengen konsumen di usia 20 tahun sampai 35 tahun. Menurutnya, jam tangan kayu ini bisa menjadi pilihan yang unik bagi anak muda yang bosan dengan jam tangan bermerek terkenal lainnya apalagi dengan merek luar negeri.

Selain itu, saat ini semua produk Matoa menggunakan nama dari beberapa pulau di Indonesia. Dan rencana mereka akan terus seperti itu saat meluncurkan jenis atau model baru. Hingga kini, sudah ada 7 jenis produk Matoa diantaranya adalah Rote, Sumba, Gili, Moyo, Flores, Alor dan Karo. Jenis produk Rote dan Karo berhasil menjadi primadonanya Matoa. Maka, inilah ciri khas ala Lucky, yakni selalu mengusung nama Indonesia layaknya bahan produk dan nama jenis produknya.

Penjualan ini dilakukan secara online dan lewat toko langsung yang berada didaerah Bandung. Sebelumnya, ia sempat menitipkan produknya ke beberapa toko di Jakarta. Namun disebabkan keterbatasan produksi karena sejauh ini pemesanan dilakukan dengan sistem pre order, maka ia tidak melakukan penitipan barang jualnya lagi ke luar kota.

Namun, kedepannya ia telah berpikir akan mengembangkan jam tangan kayu dengan memeperbanyak kapasitas produksi dan tipe produknya. Saat ini, ia juga mencoba membuat beberapa barang yang masih terbuat dari kayu untuk dijual; seperti speaker, dasi kupu-kupu dan lain sebagainya. Wah, peasaran kan dengan benda-benda yang serba dari kayu ini? Can’t wait!

(http://onenews.id/2016/11/lucky-hasilkan-ratusan-juta-per-bulan-dari-bisnis-jam-tangan-kayu/)

(https://www.undercover.co.id/mau-usaha-jam-tangan-unik-dari-kayu/)

(Industri Kreatif/Matoa/Prita)

Share This:

Related posts

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: