GSPI Griya Seni Popo IskandarBeat a Profile Beat a Share 

GSPI: Perpaduan Karya Seni dan Sastra Dibalik Jalan Sempit

Jika kita melihat jalan sekitaran Setiabudi Bandung setelah Gedung Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) paling atas, kita akan melihat gang atau jalan sempit dan sekilas melihat spanduk yang terpampang di sepanjang jalan gang tersebut bertuliskan GSPI.

Untuk orang yang tidak peka bahkan kurang mengetahui karya seni rupa, mungkin tidak akan mengenal tulisan akronim GSPI tersebut, ditambah tidak ada gerbang masuk yang terlihat di pinggir jalan raya. Lantas, memang ada apa dengan jalan sempit dan spanduk yang terpampang itu? Yup! Ini rahasianya! Dibalik jalan sempit tersebut ternyata terdapat karya seni rupa yang sangat mengagumkan, lho! Apalagi para penggemar atau penikmat karya seni Popo Iskandar karena GSPI ini adalah singkatan dari Griya Seni Popo Iskandar.GSPI Griya Seni Popo Iskandar

 

Pertanyaan selanjutnya, memang apa yang menarik dari karya seni ini? Jika itu yang ada dibenak kalian, sangat tepat pertanyaannya. Karena, kali ini, kami akan membahas seputar karya seni yang unik dan tentu beda dari yang lainnya. Yuk, kita simak!

Pertama, seperti yang telah diungkapkan diatas bahwa dibalik jalan yang sempit, gedung seni ini cukup dapat menghiasi jalan tersebut jika kita melihat dari gerbang. Gedung ini secara tidak langsung menyadarkan bahwa ternyata memang ada hal-hal yang mengagumkan “di belakang layar”. Belum puas dengan jawabannya? Mari kita simak lagi setelah mengetahui keunikan yang pertama.

Kedua, karya seni ini terdiri dari beberapa ruangan dan isinya yang bermacam-macam selain lukisan. Ruangan tersebut dibagi menjadi 2 dengan bagian-bagina tertentu. Bagian tersebut diantaranya adalah museum, gallery dan public library. Apa tuh beda dan fungsinya? Jika kita datang berkunjung setelah memasuki gerbang akan terlihat ruangan sebelah kanan dan kiri. Ruangan sebelah kanan berisikan ragam lukisan yang dikhususkan karya seni Popo Iskandar saja, kita bisa sebut ruangan ini adalah museum karena karya tersebut dilukis oleh Popo yang sekarang sudah tiada sehingga akan terus diabadikan terutama penikmat seni rupa.

GSPI Griya Seni Popo IskandarLalu di ruangan ini pula dihiasi oleh buku-buku atau disebut public library. Sangat unik, ketika sebuah griya seni tetapi dihubungkan dengan buku yang berisikan karya sastra dan beberapa artikel. Yang lebih serunya lagi adalah, tulisan-tulisan tersebut ternyata ditulis oleh sang seniman karena kesukaannya dalam hal kepenulisan selain melukis. Sangat mengagumkan ya bakat dan minatnya!

Selanjutnya, ruangan disebelah kiri, terdapat ruangan pameran yang berisikan ragam lukisan pula. Bedanya dengan lukisan dari ruangan sebelah yaitu karya ciptanya. Museum itu sudah jelas karya lukis khusus persembahan dari Popo Iskandar sedangkan ruangan lain ini lukisan dari beragam orang dengan tema pameran tertentu. Sudah jelas bahwa, gruya seni sering mengadakan pameran dengan berbagai orang, baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri serta dari kalangan para pemuda sampai dewasa. Setelah menemui Anton, kurator di GSPI, ia menyebutkan bahwa banyak kerjasama dan silaturahmi yang terjalin yang tentunya banyak dimulai oleh Popo Iskandar yaitu dari kalangan mahasiswa UPI, dari negeri Eropa, Vietnam, Jepang dan masih banyak lagi.GSPI Griya Seni Popo Iskandar

So, tunggu apa lagi? Kamu bisa menikmati karya seni dan membaca karya sastra dari seorang seniman kelas dunia
ini secara cuma-cuma atau gratis! Selain itu, banyak spot sebagai ajang berfoto agar tetap hits di media sosial kamu, lho! Hihi…

(beataprofile/gspi/prita)

Share This:

Related posts

Tinggalkan Balasan